Al-Qur’an untuk pertama kali turun ke dunia saat 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi, pada malam Qadar, kemudian seterusnya diturunkan kepada Nabi berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa yang terjadi dalam tempo kurang dari 23 tahun, sampai 9 Dzulhijjah Haji Wada` tahun tahun 63 dari kelahiran Nabi atau tahun 10 H.
Adapun Turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw melalui tiga tahapan yaitu:
Al-Qur’an diturunkan ke Lauhul Mahfudz.
Al-Qur’an diturunkan dengan cara dan pada waktu yang tidak diketahui kecuali oleh Allah sendiri dan oleh siapa yang mendapat izin-Nya untuk mengetahui beberapa perkara ghaib. Adanya tahapan ini, didasarkan pada firman Allah SWT sebagai berikut:
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alqur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauhul Mahfud“(Q.S. Al-Buruj,85: 21-22)
dan juga, “Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.” (Q.S. Al-Waqi`ah,56:77-80).
Al-Quran diturunkan ke langit dunia.
Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzah di langit dunia secara sekaligus, pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits yang sah sebagai berikut:
“Sesungguhnya kami menurunkannya (Alqur’an) pada suatu malam yang diberkati”. (QS, Ad-Dukhan, 44: 3)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan.” (QS, Al-Qadar, 97: 1)
Bulan Ramadhan, (yaitu) bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Alqur’an.” (QS, Al-Baqarah, 2: 185)
Sesungguhnya dia (Alqur’an) diturunkan pada bulan Ramadhan, di malam kemuliaan (Lailatul Qadar), (yaitu) di malam yang diberkati (Lailatul Mubarakatun), secara sekaligus, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur dalam beberapa bulan dan hari.” (H.R. Ibnu Hatim dan Ibnu Mardawaih)
Baca juga: Cara Mengqodho Sholat Fardhu.
Rahasia yang terkandung dalam penurunan Alqur’an secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul ‘Izzati di langit dunia, dikemukakan oleh Abu Sy-Syamah dalam kitabnya al-Mursyidul Wajizu, yaitu “menyatakan keagungan Alqur’an dan kebesaran penerimanya, Nabi Muhammad SAW, melalui cara pemberitahuan kepada penghuni langit yang tujuh bahwa Kitab terakhir yang diturunkan kepada Rasul penutup dari umat pilihan, sungguh telah diambang pintu dan niscaya akan segera diturunkan kepadanya”.

Al-Quran Di Turunkan Dari Bait Al-Izzah Ke Dalam Hati Nabi Muhammad.
Mengenai proses turun dalam tahap ketiga ini Al-Qur’an di diturunkan dari langit dunia ke dalam hati Nabi Muhammad SAW melalui melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan. Adakalanya satu ayat, dua ayat dan bahkan kadang-kadang satu surat.
Hal ini di jelaskan pada surat , “Dia dibawa turun oleh Ar-ruh Al-`amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas”. (Q.S. Asy-Syu`ara’26:193-195). dengan bagian al-Qur’an lainnya. Hal ini tentunya hanya dapat dilakukan Allah yang Maha Bijaksana.
Nah itulah penjelasan tentang tahap-tahapan penurunan Al-Qur’an, semoga bisa menambah wawasan kita semua.
Berbagi Itu Indah Karena Kebaikan Yang Kita Berikan Bermanfaat Bagi Orang Banyak, Nah Untuk Kamu Yang Ingin Ikut Berkontribusi Dalam Program Wakaf Al-Quran Silakan Klik Disini.
Yuk Tabung Pahala Dengan Melakukan Wakaf AL-Quran Dimana Hal Ini Untuk Membantu Masjid, Mushola, Pondok Pesantren Maupun Tempat Mengaji Yang Saat Ini Masih Kekurangan Al-Quran.
Terima kasih 🙂
